Rabu, 07 Januari 2015

Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat




Pertentangan Sosial

Ketika manusia berintraksi, pasti ada salah satu diantara mereka yang berbeda pendapat atau tidak suka maka bisa terjadi pertentangan atau konflik didalamnya. Pertentangan sosial ini adalah salah satu akibat dari adanya perbedaan-perbedaan dari norma yang menyimpang di kehidupan masyarakat.
Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya.
Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik/ pertentangan merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya.

Faktor Penyebab Pertentangan Sosial.
  1. Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
  2. Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
  3. Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
  4. Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.

Akibat yang terjadi bila ada Pertentangan Sosial.
  1.  Retaknya silahturahmi.
  2. munculnya rasa benci antar kelompok.
  3. terjadinya pertikaian antar kelompok.
  4. dapat terjadi pembunuhan.
  5. dapat melanggar Hak Asasi Manusia


Integrasi
integrasi adalah suatu keadaan di mana kelompok-kelompok etnik beradaptasi dan bersikap komformitas terhadap kebudayaan mayoritas masyarakat, namun masih tetap mempertahankan kebudayaan mereka masing-masing. Integrasi memiliki 2 pengertian, yaitu :
  1. Pengendalian terhadap konflik dan penyimpangan sosial dalam suatu sistem sosial tertentu
  2. Membuat suatu keseluruhan dan menyatukan unsur-unsur tertentu


Sedangkan yang disebut integrasi sosial adalah jika yang dikendalikan, disatukan, atau dikaitkan satu sama lain itu adalah unsur-unsur sosial atau kemasyarakatan.

Bentuk Integrasi

  • Asimilasi, yaitu pembauran kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli.
  • Akulturasi, yaitu penerimaan sebagian unsur-unsur asing tanpa menghilangkan kebudayaan asli.



Agar terjadinya Integrasi dimasyarakat. masyarakat harus dapat menerima perbedaan pendapat antara yang lainya agar terjalin kerukunan didalamnya.





di atas itu adalah foto saya dan teman teman pas SMP pada acara Perpisahan. Saat berlangsungnya acara, laki-laki dibolehkan memakai jas dan perempuan memakai dress. Disini, perbedaan terjadi pada motif baju yang dikenakan dan itu tidak menjadi permasalahan. 

sumber:                    

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Konflik
  2. http://id.wikipedia.org/wiki/Integrasi_sosial
  3. http://idhoidhoy.blogspot.com/2012/01/pertentangan-sosial-dan-integrasi.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar